10 Cara Pencegahan Down Syndrome Sejak Dini

cara pencegahan down syndrome sejak dini
submer foto : stream.org

Setiap prang tua pasti menginginkan mempunyai anak yang sehat dan sempurna. Namun karena faktor makanan maupun lainya bisa menyebabkan anak mempunyai gangguan, salah satunya down syndrome. Gangguan tersebut akan menghambat perkembangan fisik dan mental anak.

Gangguan fisik dan mental bisa terjadi pada siapa saja. Anak yang menderita down syndrome mempunyai resiko yang tinggi untuk melakukan hal yang membahayakan. Sehingga orang tua harus selalu memperhatikan buah hati dan menjaga pola hidup sehat.

Apa Itu Down Syndrome?

Down syndrome merupakan kondisi dimana generik tambahan menyebabkan perkembangan anak terhambat. Anak penderita gangguan tersebut mempunyai kelainan pada kromosom sehingga materi generik menjadi terganggu. Anak akan mengalami gangguan fisik yang dapat terlihat dengan jelas.

Anak down syndrome mempunyai kelainan kromosom nomor 21. Kromosom pada umumnya mempunyai 2 kromosom, namun pada anak down syndrome terjadi penambahan 1 kromosom sehinga jumlahnya menjadi 3. Hal tersebut menyebabkan generik mengalami penyimpangan fisik.

10 Cara pencegahan Down Syndrome

Anak yang menderita down syndrome akan mengalami gejala yang terlihat jelas. Gejala tersebut dapat dicegah dengan melakukan beberapa usaha, yaitu sebagai berikut.

1. Hamil tepat usia

Faktor kehamilan dapat membuat anak terlahir dengan kelainan. Hal tersebut karena usia sang ibu yang masih terlalu muda atau terlalu tua. Usia paling baik ketika mengalam kehamilan adalah 20 hingga 34 tahun.

2. Pemeriksanaan kromosom

Pada awal kehamilan, ibu harus sering melakukan pemeriksaan kromosom. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada kromosom tambahan yang dapat menyebabkan adanya down syndrome pada anak. Sehingga dapat terdeteksi sejak awal.

3. Melakukan tes diagnostik

Untuk mencegah adanya gejala down syndrome, bisa dilakukan dengan tes diagnostik. Hal ini bertujuan untuk mencegah kelainan genetik. Screening juga harus dilakukan sejak kehamilan, pada saat menginjak 11 sampai 13 minggu.

4. Melakukan tes antenatal

Tes ini merupakan pemeriksaan cairan ketuban dan darah secara rutin. Dengan tujuan untuk mendeteksi adanya down syndrome sejak dini dan kelainan lain yang mungkin terjadi pada anak.

5. Memeriksa Speech delay

Speech delay merupakan istilah dari keterlambatan bicara pada anak. Keterlambatan bicara atau berkomunikasi tersebut menyebabkan anak mudah tersinggung. Hal tersebut terjadi karena terdapat gangguan pada otot anak yang menyerang saraf motorik.

6. Olahraga teratur

Pada saat hamil, ibu harusrutin melakukan olahraga ringan. Olahraga dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan janin. Dengan olahraga juga dapat membuat saraf dan sistem kerja tubuh menjadi bekerja dan mencegah adanya kelainan pada janin.

7. Konsumsi makanan bergizi

Asupan makanan sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin. Makanan yang dikonsumsi harus mempunyai nilai gizi yang tinggi dan vitamin yang dibutuhkan ountuk pertumbuhan janin.

8. Hindari stres

Stres dapat berdampak buruk pada janin. Penyebab utama stres adalah kecemasan yang terlalu tinggi sehingga tidak baik untuk kesehatan ibu dan buah hati.

9. Hindari emosi berlebihan

Ketika masa hamil memang banyak yang menjadi pemicu emosi, sehingga ibu harus dapat mengontrol emosinya agar tidak berdampak pada emosional anak. Emosi disebabkan karena banyak hal salah satunya lingkungan.

10. Deteksi adanya epilepsi

Kejang merupakan gangguan sistem saraf pusat yang diakibatkan karena aktivitas tidak normal. Gejala yang timbul yaitu kejang dan perilaku yang tidak biasa atau hilang kesadaran. Hal tersebut terjadi karena ketidakseimbangan zat kimia dalam otak anak.

Apa Itu Radang Otak?

Radang otak merupakan inflamsi yang terjadi pada otak karena infeksi virus. Infeksi tersebut disebabkan adanya bakteri dan virus yang menyebabkan ensefalitis pada kekebalan tubuh manusia. Kerusakan otak tersebut karena otak terdorong ke tengkorak.

Leave a Comment