6 Gejala Kejang Karena Epilepsi di Sekujur Tubuh

Gejala kejang karena epilepsi
Sumber Foto : chw.org

Asupan makanan yang tidak bergizi dapat menyebabkan penyakit pada tubuh manusia, khususnya bagi anak. Konsumsi makanan yang tidak sehat dapat menimbulkan kelainan dan gangguan baik pada sistem mental maupun saraf, salah satunya terjadi epilepsi atau kejang.

Kejang terjadi secara tiba-tiba dan merupakan gejala utama epilepsi. Kejang tersebut mempunyai karakteristik yang sangat bervariasi, tergantung dengan bagian mana yang terserang pertama kali. Kejang pada epilepsi tersebut dapat menyebabkan kondisi otak yang tidak normal.

Pengertian Epilepsi

Epilepsi merupakan gangguan sistem saraf pusat yang diakibatkan karena aktivitas tidak normal. Gejala yang timbul yaitu kejang dan perilaku yang tidak biasa atau hilang kesadaran. Hal tersebut terjadi karena ketidakseimbangan zat kimia dalam otak anak.

Dalam gangguan epilepsi terdapat dua jenis dua jenis kejang, yaitu kejang umum dan parisal. Kejang sering disebut juga dengan ayan. Kejang akan muncul jika ada gangguan pada sistem saraf pusat sehingga hilang kesadaran. Kejang yang melebihi 24 jam tanpa alasan dapat menjadi awal epilepsi.

6 Jenis Kejang pada Epilepsi

Kejang pada epilepsi mempunyai beberapa jenis dan karakteristik. Pada umumnya, penderita epilepsi akan mengalami kesulitan dalam bernafas dan mudah lelah. Karena sistem saraf pusat dan motoriknya terganggu. Berikut jenis kejang pada penderita epilepsi.

1. Kejang tonik klonik

Kejang jenis ini banyak terjadi pada masyarakat. Terdapat dua tahap yaitu tahap tonik yang ditandai dengan kehilangan kesadaran sehingga tubuh menjadi kaku dan jatuh dengan mudah. Dan tahap klonik, yaitu ditandai dengan tubuh mulai bergerak tidak beraturan.
Pada tahap ini, penderita akan mengalami kesulitan bernafas dan lidah tergigit. Setelah mengalami kejang, penderita akan merasa pusing dan lelah, bahkan ia tidak ingat apa yang telah terjadi padanya.

2. Kejang pentitmal

Kejang ini sering terjadi pada anak-anak. Biasanya anak dengan pandangan kosong akan mudah terkena kejang ini. Mereka akan melakukan gerakan tubuh secara perlahan dengan mengecap bibir dan mulai kehilangan kesadaran.

3. Kejang tonik

Kejang tonik ditandai dengan semua otot menjadi kaku dan tubuh mulai kehilangan kesadaran. Kejang ini akan berpengaruh pada otot punggung, tungkai dan juga lengan. Secara terlangsung tubuh akan jatuh dan kejang.

4. Kejang atonik

Kejang atonik ini membuat otot menjadi kendur dan hilang kendali. Kejang ini ditandai dengan kehilangan kesadaran dan langsung jatuh dengan cepat.

5. Kejang mioklonik

Kejang ini terjadi dengan tiba-tiba dari otot lengan atau tungkai. Kejang ini sering terjadi setelah bangun tidur dalam waktu yang relatif cepat.

6. Kejang klonik

Kejang ini ditandai dengan gerakan otot yang berkedut. Otot menjadi kaku dan mulai merambat ke otot leher, wajah dan juga lengan.

Speech delay Penderita Epilepsi

Speech delay merupakan istilah lain dari keterlambatan bicara pada anak. Keterlambatan bicara atau berkomunikasi tersebut menyebabkan anak mudah tersinggung. Hal tersebut terjadi karena terdapat gangguan pada otot anak yang menyerang saraf motorik.

Gejala pada penderita kejang akan sulit berkomunikasi dengan orang lain. Karena gangguan dan sistem otot leher yang lemah dan membuat kesulitan saat berbicara.

Autisme Penderita Epilepsi

Autis merupakan gangguan mental yang dialami oleh seorang anak dengan ditandai kesulitan dalam berinteraksi dan bersosialisasi. Gangguan tersebut berkembang seiring dengan pertumbuhan usia anak, sehingga menghambat proses tumbuh kembang anak autis di usia dini.

Faktor terjadinya autis tersebut adalah konsumsi obat, kesalahan dalam asuh anak, sakit berkelanjutan, demam panjang, dan faktor konsumsi makanan yang tidak sehat.

Down syndrome

Down syndrome merupakan sebuah kondisi kelainan genetik. Kondisi tersebut membuat anak mempunyai ciri fisik yang berbeda dengan orang lain.

Leave a Comment